Hujan Lebat Picu Waspada Banjir di NTB
Hujan Lebat Picu Waspada Banjir di NTB. Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 8 Februari 2026 memicu status waspada banjir di sejumlah kabupaten. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan mencapai 80–140 mm dalam 24 jam di beberapa titik, terutama di Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Dompu. Kondisi ini diperparah oleh sisa pengaruh La Niña lemah yang masih aktif, ditambah massa udara basah dari Samudra Hindia serta daerah konvergensi angin di lapisan rendah. Akibatnya, sejumlah sungai meluap, genangan air meluas di kawasan rendah, dan potensi banjir bandang serta longsor semakin tinggi. Pemerintah daerah dan BPBD NTB sudah menetapkan status siaga hingga 11 Februari, mengingatkan warga agar tidak lengah meski hujan mulai mereda di beberapa daerah. INFO CASINO
Penyebab dan Wilayah Paling Terdampak: Hujan Lebat Picu Waspada Banjir di NTB
Hujan ekstrem kali ini dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus yang sangat aktif sejak malam 8 Februari. Sistem konvergensi angin di atas Lombok dan Sumbawa membuat hujan turun intens dan berlangsung lama, terutama pada malam hingga dini hari. Wilayah pegunungan dan lereng Rinjani menjadi sumber utama aliran air yang kemudian mengalir deras ke dataran rendah.
Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu yang paling parah terdampak. Sungai Jangkuk dan Sungai Takan di wilayah Aikmel dan Pringgabaya meluap, menyebabkan banjir di puluhan desa. Di Lombok Tengah, genangan air merendam kawasan Praya dan sekitarnya, sementara Lombok Utara melaporkan longsor kecil di jalur menuju Senaru. Kabupaten Sumbawa dan Dompu juga tidak luput—Sungai Samaku dan beberapa sungai kecil di sekitar Gunung Tambora mengalami banjir bandang ringan hingga sedang. Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat relatif lebih aman, tapi tetap ada genangan di titik-titik rendah akibat drainase yang tersumbat.
BMKG mencatat potensi petir dan angin kencang hingga 60 km/jam yang sempat mengganggu jaringan listrik di beberapa kecamatan. Meski intensitas hujan mulai menurun pada siang 9 Februari, akumulasi air dari hari sebelumnya masih berisiko memicu luapan sungai dan genangan baru jika hujan kembali turun meski ringan.
Dampak dan Respons Pemerintah Daerah: Hujan Lebat Picu Waspada Banjir di NTB
Banjir dan genangan sudah merendam ratusan rumah di Lombok Timur dan Lombok Tengah. Beberapa akses jalan desa terputus, dan aktivitas ekonomi di pasar tradisional serta pertanian terganggu. Di daerah lereng, longsor tanah menutup jalur utama menuju objek wisata seperti Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep. Tidak ada korban jiwa dilaporkan hingga saat ini, tapi puluhan warga dievakuasi sementara ke posko pengungsian.
Pemerintah Provinsi NTB dan BPBD kabupaten/kota langsung bergerak cepat. Tim reaksi cepat dikerahkan untuk membersihkan material longsor, memompa air genangan, dan mendistribusikan bantuan logistik. Posko siaga dibuka di setiap kecamatan rawan, lengkap dengan perahu karet dan tenda darurat. Pemerintah juga mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di bantaran sungai, lereng curam, dan daerah rawan banjir bandang. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan dan menghindari genangan dalam, terutama pada malam hari.
Rekomendasi tambahan mencakup pembersihan saluran air dan selokan di lingkungan masing-masing, menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting serta obat-obatan, dan memantau informasi resmi melalui kanal BMKG dan BPBD. Bagi masyarakat di zona merah, disarankan mempersiapkan rencana evakuasi jika curah hujan kembali meningkat.
Kesimpulan
Hujan lebat yang memicu waspada banjir di NTB pada awal Februari 2026 menjadi pengingat bahwa musim hujan belum sepenuhnya berakhir meski sudah memasuki fase transisi. Potensi banjir bandang, longsor, dan genangan masih tinggi di kawasan rawan, terutama di Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Dompu. Respons cepat pemerintah daerah dan kewaspadaan warga menjadi kunci untuk meminimalkan dampak. BMKG akan terus memantau dan memperbarui prakiraan setiap enam jam, sehingga informasi terkini harus selalu diprioritaskan. Lebih baik terlalu siaga daripada terlambat bertindak. Tetap pantau kanal resmi, jaga keselamatan diri dan keluarga, serta bantu sesama jika memungkinkan. Semoga hujan mereda cepat dan NTB kembali aman tanpa korban lebih lanjut.
