Hujan Lebat Guyur NTB & Papua 4-5 Feb
Hujan Lebat Guyur NTB & Papua 4-5 Feb. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan cuaca ekstrem untuk Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Papua hingga 5 Februari 2026. Hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang kecepatan 45–75 km/jam diprediksi masih berpotensi terjadi setiap hari, terutama di wilayah pesisir selatan NTB dan dataran tinggi Papua. Hingga pagi 4 Februari, hujan deras sudah menyebabkan banjir bandang di Lombok Timur, Sumbawa Barat, serta genangan dan longsor di Jayapura dan Pegunungan Tengah Papua. Debit sungai-sungai besar seperti Sungai Jangkuk (Lombok) dan Sungai Digul (Papua) naik signifikan, memaksa BPBD setempat membuka posko darurat. INFO CASINO
Wilayah Rawan dan Intensitas Hujan: Hujan Lebat Guyur NTB & Papua 4-5 Feb
Di NTB, curah hujan tercatat 150–280 mm dalam 24 jam terakhir di wilayah Lombok Timur, Sumbawa Barat, Dompu, dan Bima. Wilayah dengan potensi hujan lebat tinggi meliputi:
Lombok Timur dan Lombok Tengah: banjir bandang dan longsor di lereng Gunung Rinjani serta Genung Rinjani.
Sumbawa Barat dan Dompu: luapan Sungai Jangkuk dan Sungai Sampe, genangan hingga 80–120 cm di kawasan rendah.
Kota Mataram dan Lombok Barat: angin kencang hingga 70 km/jam, pohon tumbang di jalan nasional.
Di Papua, curah hujan mencapai 180–320 mm di wilayah pegunungan dan pesisir utara:
Kabupaten Jayapura dan Keerom: banjir sungai dan genangan di Kota Jayapura serta Distrik Arso.
Pegunungan Tengah (Lanny Jaya, Tolikara, Puncak): longsor dan tanah bergerak di lereng curam.
Merauke dan Mappi: luapan Sungai Digul dan Maro, genangan hingga 1 meter di kawasan pesisir.
Potensi cuaca ekstrem masih tinggi hingga 5 Februari, terutama saat puncak pasang tinggi pukul 04.00–07.00 dan 16.00–19.00 WIT.
Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: Hujan Lebat Guyur NTB & Papua 4-5 Feb
Di NTB, lebih dari 4.500 jiwa terdampak, dengan sekitar 900 keluarga mengungsi sementara ke posko-posko di masjid dan sekolah. Banjir bandang di Lombok Timur menewaskan 2 orang dan melukai 7 lainnya. Akses jalan nasional Lombok Timur–Sumbawa sempat terputus karena longsor.
Di Papua, banjir dan longsor memengaruhi lebih dari 6.000 jiwa, terutama di Jayapura dan Pegunungan Tengah. Satu orang dilaporkan meninggal akibat longsor di Lanny Jaya, dan akses jalan trans-Papua terhalang di beberapa titik.
BPBD NTB dan Papua langsung membuka posko gabungan sejak malam 3 Februari. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, Tagana, dan relawan menggunakan perahu karet dan alat berat untuk evakuasi warga. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke puluhan desa terdampak. Gubernur NTB dan Papua menyatakan status tanggap darurat di wilayah rawan dan memerintahkan percepatan penyedotan air serta pembersihan material longsor.
Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi
BMKG memperpanjang status siaga hingga 5 Februari dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan longsor susulan masih mungkin terjadi di NTB dan Papua. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan, longsor di lereng curam, pohon tumbang, dan gelombang tinggi di pantai. Rekomendasi utama:
Hindari aktivitas di tepi sungai, lereng curam, dan pantai saat cuaca ekstrem.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang.
Kesimpulan
Peringatan BMKG tentang hujan lebat dan angin kencang di NTB serta Papua hingga 5 Februari 2026 harus menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah daerah. Cuaca ekstrem yang dipicu Monsun Asia dan bibit siklon tropis sudah menimbulkan banjir, longsor, dan kerugian di berbagai wilayah. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah provinsi sudah terlihat, namun potensi bencana susulan tetap tinggi. Semoga hujan segera reda dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Kesiapsiagaan dan solidaritas tetap menjadi kunci menghadapi musim hujan yang masih panjang.
