BMKG: Cuaca Ekstrem Meluas, Waspada Banjir NTB
BMKG: Cuaca Ekstrem Meluas, Waspada Banjir NTB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan serius terkait cuaca ekstrem yang semakin meluas di wilayah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada 12 Februari 2026, BMKG mencatat potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir, kilat, dan angin kencang masih mendominasi NTB, dengan risiko tinggi banjir, genangan air, tanah longsor, serta pohon tumbang. Kondisi ini bagian dari pola musim hujan puncak yang dipengaruhi Monsun Asia aktif dan faktor lokal seperti konvergensi angin. Masyarakat NTB, terutama di Lombok dan Sumbawa, diimbau tingkatkan kewaspadaan karena dampak hidrometeorologi bisa muncul tiba-tiba, terutama di daerah rawan seperti lereng bukit dan pesisir. REVIEW KOMIK
Penyebab dan Pola Cuaca Ekstrem di NTB: BMKG: Cuaca Ekstrem Meluas, Waspada Banjir NTB
Cuaca ekstrem di NTB saat ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia yang membawa massa udara lembab dari utara, ditambah daerah konvergensi yang memanjang di sekitar Bali hingga Nusa Tenggara. Sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatera turut memperkuat pembentukan awan cumulonimbus, sehingga hujan bisa berintensitas tinggi dalam waktu singkat. Pada 10-14 Februari 2026, BMKG memprediksi hujan sedang-lebat merata di hampir seluruh provinsi, dengan peluang 80-90 persen curah hujan melebihi 50 mm per dasarian di enam kabupaten/kota utama.
Wilayah yang paling berisiko mencakup Lombok Utara (Tanjung, Gangga, Kayangan, Bayan), Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, serta sebagian Sumbawa dan Bima. Hujan sering terjadi siang hingga malam, disertai angin kencang yang bisa mencapai kecepatan cukup tinggi untuk merobohkan baliho atau pohon. Di perairan sekitar NTB, gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berpotensi di Selat Lombok, Selat Alas, dan Samudra Hindia selatan, menambah ancaman bagi nelayan dan aktivitas pesisir. Fase bulan baru juga memicu banjir rob di pesisir NTB hingga 19 Februari, memperburuk situasi jika berbarengan dengan hujan deras.
Peringatan Banjir dan Langkah Antisipasi: BMKG: Cuaca Ekstrem Meluas, Waspada Banjir NTB
BMKG menetapkan status siaga untuk NTB pada 12 Februari 2026, dengan fokus pada potensi banjir dan longsor. Daerah lereng curam di Lombok Timur dan Lombok Utara rawan longsor, sementara genangan air sering terjadi di perkotaan Mataram dan daerah dataran rendah karena drainase tersumbat. Beberapa kejadian sebelumnya, seperti longsor di kawasan Pusuk Lombok Timur akibat hujan lebat malam hari, menjadi pengingat bahwa cuaca bisa berubah cepat.
Masyarakat diimbau membersihkan saluran air dan gorong-gorong, menghindari aktivitas di lereng bukit saat hujan deras, serta tidak melintasi sungai yang meluap. Nelayan disarankan tunda melaut jika gelombang tinggi. Pemerintah daerah diminta siapkan posko siaga, tim evakuasi, dan pantau sungai-sungai besar. Pemantauan melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi sangat dianjurkan untuk update real-time. Antisipasi dini seperti ini bisa mengurangi korban jiwa dan kerugian material, terutama di musim puncak hujan yang masih berlangsung hingga pertengahan Februari.
Kesimpulan
Cuaca ekstrem yang meluas di NTB menunjukkan musim hujan masih dalam fase intens, dengan BMKG terus mengeluarkan peringatan untuk mencegah dampak lebih parah seperti banjir dan longsor. Di tengah potensi hujan lebat hingga 14 Februari 2026, kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama. Masyarakat NTB perlu tetap proaktif memantau prakiraan, menjaga lingkungan, dan mengikuti arahan resmi. Dengan persiapan matang, risiko bencana hidrometeorologi bisa ditekan, sehingga masyarakat bisa melewati periode ini dengan lebih aman. Cuaca tropis memang dinamis, tapi informasi tepat waktu dari BMKG selalu jadi andalan terbaik untuk antisipasi.
