WEF Davos 2026: Trump & Prabowo Jadi Sorotan
WEF Davos 2026: Trump & Prabowo Jadi Sorotan. World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, yang berlangsung 15–19 Januari lalu, menjadi panggung global yang penuh gebrakan. Di tengah isu ekonomi pasca-pandemi, ketegangan geopolitik, dan transisi energi, dua tokoh jadi sorotan utama: Presiden AS Donald Trump dengan gaya diplomasi bisnisnya yang kontroversial, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan pidato yang menekankan peran negara berkembang. Acara ini dihadiri lebih dari 2.800 pemimpin dunia, termasuk CEO top seperti Elon Musk dan Tim Cook, serta pemimpin negara seperti Xi Jinping (virtual). Di balik diskusi serius soal AI dan iklim, kehadiran Trump dan Prabowo berhasil mencuri perhatian dan memicu diskusi panas di media sosial serta pasar keuangan. REVIEW FILM
Kehadiran Trump yang Kontroversial di Davos: WEF Davos 2026: Trump & Prabowo Jadi Sorotan
Trump tiba di Davos dengan gaya khasnya: helikopter pribadi dan rombongan besar. Pidatonya di sesi utama bertema “Global Economy in Transition” langsung jadi headline. Ia bilang AS siap kerjasama dengan siapa saja asal “America First” tetap prioritas—termasuk kesepakatan perdagangan baru dengan Eropa pasca-ancaman tarif Greenland. Trump juga umumkan inisiatif “Board of Peace” untuk Gaza, yang dihadiri wakil dari 20 negara tapi tanpa sekutu Eropa utama. Kritik muncul dari pemimpin UE seperti Ursula von der Leyen yang sebut langkah Trump “masih penuh tekanan”. Tapi pasar bereaksi positif: Dow Jones naik 1,2% setelah pidato, euro menguat tipis. Kehadiran Trump di Davos 2026 ini terasa seperti comeback—ia ketemu Rutte dari NATO dan Modi dari India untuk bicara kerjasama Arktik. Meski kontroversial, Trump berhasil bikin Davos terasa lebih “hidup” dan kurang formal.
Pidato Prabowo yang Menginspirasi: WEF Davos 2026: Trump & Prabowo Jadi Sorotan
Prabowo Subianto jadi satu-satunya pemimpin Asia Tenggara yang tampil di sesi plenary, dengan pidato “Indonesia: Kekuatan Baru di Tengah Ketidakpastian Global”. Ia tekankan netralitas Indonesia di tengah polarisasi dunia, tawarkan negara ini sebagai “jembatan” antara Global South dan North. Prabowo paparkan capaian ekonomi: pertumbuhan 5,3%, surplus neraca perdagangan, dan posisi nikel terbesar dunia. Ia janji insentif bagi investor di hilirisasi, energi hijau, dan digital economy. Delegasi Indonesia termasuk Menlu Sugiono dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ikut side meeting dengan investor seperti Vale dan Adaro. Reaksi dunia positif: von der Leyen sambut tawaran energi hijau, delegasi AS dan China lebih fokus rantai pasok. Di dalam negeri, IHSG naik 1,4% pasca-pidato, mencerminkan optimisme. Prabowo berhasil tingkatkan citra Indonesia sebagai mitra strategis di Davos 2026.
Dampak dan Reaksi Global
Davos 2026 berhasil jadi forum produktif meski penuh ketegangan. Trump dan Prabowo jadi sorotan karena kontras gaya: Trump lebih agresif dan bisnis-oriented, Prabowo lebih tenang dan inklusif. Dampak ekonomi terlihat: saham teknologi naik setelah diskusi AI, euro stabil pasca-tarif batal, dan pasar Asia naik berkat pidato Prabowo. Reaksi campur aduk: media Barat kritik Trump sebagai “pemeras”, tapi akui diplomasinya efektif. Media Asia puji Prabowo sebagai pemimpin Global South yang bijak. Di sosmed, tagar #Davos2026 dan #TrumpPrabowo ramai dengan meme dan analisis. Acara ini juga bukti Davos tetap relevan di era geopolitik panas.
Kesimpulan
WEF Davos 2026 berhasil jadi panggung besar dengan Trump dan Prabowo sebagai bintang utama. Trump dengan gaya kontroversialnya dan Prabowo dengan pidato inspiratifnya berhasil mencuri perhatian di tengah isu global berat. Dampaknya terasa di pasar keuangan dan diplomasi—Trump redakan ketegangan Eropa, Prabowo tingkatkan citra Indonesia. Meski penuh perdebatan, acara ini bukti diplomasi ekonomi masih jadi kunci di dunia yang terpecah. Pantau terus perkembangannya—Davos 2026 mungkin jadi titik balik bagi beberapa isu besar. Siap-siap, tahun ini bakal penuh kejutan dari para pemimpin ini!
