Puskesmas di Sultra Jadi Arema Menjadi Tempat Dugem
Puskesmas di Sultra Jadi Arema Menjadi Tempat Dugem. Sebuah video yang menampilkan pesta hiburan malam dengan musik keras, joget, dan minuman keras di halaman puskesmas menjadi viral di media sosial awal Januari 2026. Kejadian ini terjadi di areal Puskesmas Latowu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, tepat pada malam pergantian Tahun Baru. Video tersebut langsung menuai kecaman luas dari warganet karena lokasi yang seharusnya untuk pelayanan kesehatan justru dimanfaatkan untuk kegiatan hiburan yang dinilai tidak pantas. BERITA BASKET
Isi Video Viral dan Reaksi Publik: Puskesmas di Sultra Jadi Arema Menjadi Tempat Dugem
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sound system besar dipasang di dekat pintu masuk bangunan, dengan puluhan orang berjoget ria di halaman. Ada pula atraksi kembang api, penyanyi yang disawer, serta beberapa peserta mengenakan pakaian minim. Kegiatan ini berlangsung meriah hingga dini hari. Warganet langsung bereaksi keras, mempertanyakan keberkahan fasilitas kesehatan jika digunakan untuk pesta semacam itu. Banyak komentar menyayangkan tindakan tersebut, menganggapnya tidak menghormati fungsi utama puskesmas sebagai tempat pelayanan masyarakat.
Klarifikasi dari Dinas Kesehatan: Puskesmas di Sultra Jadi Arema Menjadi Tempat Dugem
Pihak Dinas Kesehatan setempat segera memberikan penjelasan untuk meredam polemik. Bangunan Puskesmas Latowu masih dalam tahap pembangunan dan belum difungsikan sama sekali untuk pelayanan kesehatan, termasuk belum berstatus rawat inap. Pelayanan masyarakat tetap berjalan normal di lokasi sementara yang berada tak jauh dari sana, hampir berseberangan jalan. Kegiatan pesta terjadi tanpa sepengetahuan dinas terkait, meski lokasinya memang di areal proyek. Meskipun belum aktif, penggunaan untuk hiburan malam tetap dinilai tidak dibenarkan dan menjadi perhatian serius untuk ditindaklanjuti.
Penyelidikan dan Dampak Kejadian
Polisi setempat juga turun tangan menyelidiki karena ada indikasi pesta tanpa izin keramaian. Sebelumnya, pernah ada permohonan hiburan untuk pekerja proyek, tapi ditolak. Kejadian ini menimbulkan persepsi keliru di masyarakat, seolah fasilitas kesehatan aktif dijadikan tempat dugem. Dinas berencana memeriksa langsung lokasi, meminta keterangan dari kepala puskesmas serta kontraktor. Pelayanan kesehatan dipastikan tidak terganggu, tapi kasus ini menjadi pelajaran penting soal pengawasan aset publik selama masa konstruksi.
Kesimpulan
Viralnya pesta di areal puskesmas Latowu menunjukkan betapa cepat informasi menyebar di era digital, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga martabat fasilitas publik. Meski bangunan belum beroperasi, tindakan ini tetap menuai kritik karena tidak sesuai dengan citra pelayanan kesehatan. Klarifikasi cepat dari pihak berwenang membantu meluruskan fakta, sambil memastikan penyelidikan berjalan. Semoga kejadian serupa tidak terulang, agar masyarakat tetap percaya pada integritas layanan kesehatan di daerah.
