Pria di Sultra Menyelamatkan Adiknya Dari Gigitan Buaya

Pria di Sultra Menyelamatkan Adiknya Dari Gigitan Buaya. Warga Sulawesi Tenggara dikejutkan oleh kejadian dramatis yang menimpa seorang pria saat melaut bersama adiknya di Kabupaten Buton Tengah. Dalam peristiwa yang berlangsung pada Rabu malam (7/1/2026), seorang nelayan bernama La Rano (38) diterkam buaya saat sedang menggulung jaring di perairan dangkal. Insiden ini berubah menjadi momen heroik ketika kakak La Rano segera bertindak berani untuk menyelamatkan adiknya dari gigitan buaya, sebuah aksi yang kini menjadi perbincangan di kalangan masyarakat setempat. BERITA BASKET

Peristiwa semacam ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dengan satwa liar, khususnya buaya muara, masih terus terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Sementara banyak kasus berakhir tragis, cerita penyelamatan seperti yang dilakukan oleh kakak La Rano memberi harapan sekaligus pelajaran tentang keberanian dan respons cepat dalam situasi berbahaya.

kronologi kejadian di perairan Desa Kanapa-napa: Pria di Sultra Menyelamatkan Adiknya Dari Gigitan Buaya

Peristiwa itu bermula ketika La Rano bersama kakaknya turun melaut pada sore hari membawa peralatan jaring ikan. Mereka bekerja di perairan laut dangkal di Desa Kanapa-napa, Kecamatan Mawasangka, seperti biasa, memanfaatkan laut yang relatif tenang untuk mendapatkan tangkapan. Aktivitas itu tampak normal hingga malam menjelang.

Sekitar pukul 22.30 Wita, saat mereka hendak menggulung jaring, tiba-tiba La Rano berteriak memanggil kakaknya. Sang kakak segera menghampiri dan menemukan adiknya telah digigit oleh seekor buaya. Buaya itu menerkam dari air, menarik tubuh La Rano dan menggigitnya di beberapa bagian tubuh, termasuk perut dan tangan. Kondisi tersebut langsung memacu adrenalin dan refleks sang kakak untuk bertindak.

Tanpa ragu, kakak korban mengambil parang yang dibawa untuk keperluan laut dan langsung menghadapi buaya. Ia kemudian menghantam bagian perut buaya berkali-kali hingga hewan buas itu melepaskan cengkeramannya dari tubuh La Rano. Aksi itu berlangsung di tengah gelapnya malam dan perairan yang samar, namun berhasil mengubah situasi dramatis menjadi peluang keselamatan bagi korban.

respons cepat dan perawatan korban: Pria di Sultra Menyelamatkan Adiknya Dari Gigitan Buaya

Setelah buaya melepaskan gigitan dan melarikan diri, La Rano dievakuasi ke pinggir pantai oleh kakaknya dan kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Ia mengalami sejumlah luka serius di bagian tangan, perut, pinggang, dan siku akibat gigitan buaya, sehingga membutuhkan perawatan medis intensif.

Pihak aparat setempat, termasuk petugas dari Polsek Mawasangka dan tim medis, segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan sekaligus memastikan kondisi lingkungan aman dari potensi serangan lanjutan. Kapolsek menjelaskan bahwa korban saat ini menjalani perawatan di puskesmas setempat guna menangani luka-luka yang dialaminya.

Momen ini juga direspons oleh warga setempat yang ikut membantu setelah kejadian, baik dengan memberikan pertolongan awal maupun memastikan akses cepat ke fasilitas kesehatan. Solidaritas masyarakat memperlihatkan betapa pentingnya peran komunitas dalam situasi darurat seperti ini.

pentingnya kewaspadaan di kawasan rawan buaya

Kasus serangan buaya terhadap manusia, terutama di perairan dangkal atau muara sungai, bukan hal yang asing di Indonesia. Buaya muara merupakan spesies yang tersebar luas di wilayah pesisir dan sungai besar, dan konflik dengan manusia sering terjadi ketika aktivitas manusia berdekatan dengan habitat buaya. Faktor perubahan lingkungan, seperti hilangnya habitat alami serta meningkatnya aktivitas manusia di perairan dangkal, turut memengaruhi frekuensi insiden benturan antara manusia dan buaya.

Peristiwa di Buton Tengah ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di perairan yang dikenal sebagai habitat buaya. Warga dan nelayan di wilayah pesisir diimbau untuk selalu waspada, terutama ketika beroperasi di malam hari atau di area yang tidak sepenuhnya terlihat. Menghindari perairan dangkal saat malam atau membawa alat perlindungan yang tepat dapat membantu meminimalkan risiko.

Selain itu, pemerintah dan instansi terkait sering mendorong edukasi publik mengenai tanda-tanda keberadaan buaya serta langkah keselamatan yang bisa diambil saat bermasalah di area rawan. Kesadaran terhadap pola perilaku buaya serta hubungan dengan lingkungan sekitar penting untuk menekan angka kejadian serangan hewan liar terhadap manusia.

kesimpulan

Insiden penyelamatan La Rano oleh kakaknya di Sulawesi Tenggara menjadi kisah heroik sekaligus peringatan tentang potensi konflik manusia-buaya di wilayah perairan Indonesia. Dalam situasi yang berbahaya, respons cepat dan keberanian sang kakak berhasil membebaskan adiknya dari cengkeraman buaya dengan menggunakan parang, kemudian korban mendapat perawatan medis yang diperlukan.

Kejadian ini sekaligus menyoroti pentingnya kewaspadaan dan langkah pencegahan saat beraktivitas di kawasan rawan buaya. Kesadaran lingkungan dan keselamatan publik menjadi kunci untuk mencegah insiden serupa di masa depan, serta mengedukasi masyarakat untuk mengenali potensi bahaya yang ada di lingkungan sekitar.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…