PAM Jaya Resmi Akan Membangun Pipa Sepanjang 1.000 KM
PAM Jaya Resmi Akan Membangun Pipa Sepanjang 1.000 KM. PAM Jaya resmi mengumumkan rencana pembangunan sambungan pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer pada tahun 2026. Pengumuman ini disampaikan Direktur Utama Arief Nasrudin pada akhir Desember 2025, sebagai langkah percepatan menuju cakupan layanan 100 persen di Jakarta. Saat ini jaringan pipa mencapai sekitar 12.800 kilometer, dan penambahan ini setara dengan 450.000 sambungan rumah baru. Proyek ini menjadi bagian dari transformasi besar untuk mengatasi krisis air bersih di ibu kota. BERITA BOLA
Target dan Ruang Lingkup Proyek: PAM Jaya Resmi Akan Membangun Pipa Sepanjang 1.000 KM
Proyek 1.000 kilometer pipa baru akan dimulai Januari 2026, menjangkau seluruh wilayah Jakarta, termasuk Timur, Utara, Pusat, Selatan, dan sebagian Barat. Fokus utama pada kawasan yang selama ini kesulitan akses air perpipaan, seperti Kamal Muara di Jakarta Utara.
Arief Nasrudin menjelaskan bahwa penambahan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kecil yang masih bergantung air tanah atau beli eceran. Dalam jangka panjang, PAM Jaya menargetkan cakupan layanan mencapai 100 persen pada 2029, dengan total pipa baru hingga ribuan kilometer tambahan. Proyek ini didukung peningkatan kapasitas distribusi hingga puluhan ribu liter per detik.
Dampak dan Mitigasi Kemacetan: PAM Jaya Resmi Akan Membangun Pipa Sepanjang 1.000 KM
Pembangunan skala besar ini tak terhindarkan menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan. Arief secara terbuka meminta maaf atas gangguan yang akan timbul, karena galian harus dilakukan di bahu jalan atau badan jalan utama.
Untuk meminimalkan dampak, PAM Jaya menerapkan strategi kerja bertahap, koordinasi dengan Dishub dan Polri, serta penyelesaian cepat di titik rawan macet. Pengalaman proyek sebelumnya menjadi pelajaran untuk mengatur lalu lintas lebih baik, termasuk pengalihan arus sementara dan pengerjaan malam hari jika memungkinkan.
Manfaat Jangka Panjang bagi Warga
Proyek ini membawa manfaat langsung berupa akses air bersih murah dan berkualitas bagi ratusan ribu rumah tangga baru. Saat ini cakupan layanan sekitar 78 persen, dan penambahan 1.000 kilometer akan dorong angka tersebut mendekati 80-90 persen lebih cepat.
Air perpipaan yang andal juga kurangi ketergantungan air tanah yang menyebabkan penurunan muka tanah di Jakarta. Secara ekonomi, proyek ini ciptakan lapangan kerja dan gerakkan UMKM di sekitar lokasi galian.
Kesimpulan
Rencana PAM Jaya membangun pipa sepanjang 1.000 kilometer di 2026 menandai komitmen serius mengatasi krisis air bersih di Jakarta. Meski ada gangguan sementara seperti kemacetan, manfaat jangka panjang bagi jutaan warga jauh lebih besar. Dengan koordinasi baik dan strategi mitigasi, proyek ini diharapkan berjalan lancar dan bawa perubahan positif bagi kualitas hidup masyarakat ibu kota. Langkah ini juga bukti bahwa akses air bersih menjadi prioritas utama di tengah pertumbuhan kota yang pesat.
