Delcy Rodriguez Menjadi Presiden Interim Venezuela
Delcy Rodriguez Menjadi Presiden Interim Venezuela. Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez resmi menjadi presiden interim setelah Mahkamah Agung negara itu mengeluarkan putusan pada 3 Januari 2026. Keputusan ini muncul menyusul penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat di Caracas, yang kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba. Rodríguez, figur senior dalam pemerintahan chavismo, mengambil alih tugas presiden sementara sesuai konstitusi Venezuela, di tengah situasi darurat nasional dan ketegangan tinggi dengan AS. Peralihan ini jadi sorotan global di awal tahun baru, dengan Rodríguez menegaskan komitmen pertahankan kedaulatan negara. BERITA BASKET
Latar Belakang dan Putusan Mahkamah Agung: Delcy Rodriguez Menjadi Presiden Interim Venezuela
Putusan Mahkamah Agung Venezuela berdasarkan Pasal 233 dan 234 konstitusi, yang mengatur wakil presiden ambil alih jika presiden absen sementara atau permanen. Penangkapan Maduro dianggap sebagai “ketidakhadiran paksa”, sehingga Rodríguez diperintahkan jalankan semua wewenang presiden untuk jamin kelanjutan administrasi dan pertahanan negara. Mahkamah Agung sebut ini langkah perlindungan untuk hadapi “agresi asing”. Rodríguez, yang sudah wakil presiden sejak 2018, punya pengalaman luas sebagai menteri luar negeri dan ekonomi, membuatnya figur kunci di lingkaran Maduro. Meski Trump klaim Rodríguez “bersedia kerjasama”, putusan ini tunjukkan pemerintahan Venezuela tetap di tangan chavismo, bukan transisi sesuai keinginan AS.
Respons Rodríguez dan Situasi Domestik: Delcy Rodriguez Menjadi Presiden Interim Venezuela
Rodríguez langsung muncul di televisi negara, tegas sebut Maduro sebagai “satu-satunya presiden Venezuela” dan tuntut bukti kehidupan serta pembebasan segera. Ia kutuk operasi AS sebagai “agresi brutal” dan aktifkan rencana pertahanan nasional. Meski ada laporan Rodríguez sempat di Rusia, ia konfirmasi berada di Caracas dan pimpin Dewan Pertahanan. Respons ini tunjukkan loyalitas tinggi pada Maduro, meski konstitusi paksa ambil alih sementara. Di dalam negeri, situasi tegang dengan pemadaman listrik, kerusuhan kecil, dan militer siaga. Rodríguez janji pertahankan sosialisme Bolivarian dan tolak campur tangan AS, sambil buka dialog tapi tak kompromi kedaulatan.
Reaksi Internasional dan Implikasi
Reaksi dunia beragam: Rusia dan Cina kutuk sebagai agresi, sementara oposisi Venezuela seperti María Corina Machado sambut baik dan harap transisi demokrasi. Trump sebut AS akan “kelola” Venezuela sementara, tapi Rodríguez tolak kerja sama penuh, buat prospek transisi rumit. Sekutu seperti Kuba dukung Rodríguez, sementara negara Amerika Latin waspadai dampak regional. Implikasi ekonomi besar, karena Rodríguez pegang kendali minyak, dan AS ingin akses sumber daya itu. Situasi ini bisa picu konflik berkepanjangan jika faksi chavismo pecah atau oposisi bangkit.
Kesimpulan
Delcy Rodríguez jadi presiden interim Venezuela menyusul putusan Mahkamah Agung pasca-penangkapan Maduro oleh AS, menandai babak baru ketegangan geopolitik di 2026. Dengan latar belakang kuat di pemerintahan Maduro, Rodríguez tegas pertahankan garis chavismo dan tolak dominasi AS. Peralihan ini jamin kontinuitas sementara, tapi masa depan Venezuela masih penuh ketidakpastian antara perlawanan rezim lama dan tekanan transisi dari luar. Rodríguez, sebagai figur berpengalaman, jadi kunci stabilitas domestik di tengah krisis. Dunia pantau ketat, karena langkah selanjutnya bisa tentukan arah negara kaya minyak itu di tahun mendatang. Situasi ini ingatkan kompleksitas kekuasaan di Amerika Latin pasca-intervensi asing.
