Lift Chair Mempermudah Akses Untuk Difabel di Monas
Lift Chair Mempermudah Akses Untuk Difabel di Monas. Monumen Nasional atau Monas kini semakin ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia berkat fasilitas lift chair yang baru disediakan. Pada awal Januari 2026, Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional memperkenalkan kursi angkat ini untuk membantu pengunjung naik turun tangga dengan aman. Fasilitas ini langsung jadi sorotan karena mendukung ruang publik yang inklusif, memungkinkan semua orang menikmati ikon Jakarta tanpa hambatan. INFO VOLI
Deskripsi Fasilitas Lift Chair: Lift Chair Mempermudah Akses Untuk Difabel di Monas
Lift chair berupa kursi khusus yang bergerak di rel tangga, dirancang untuk pengguna kursi roda atau yang kesulitan berjalan. Petugas selalu mendampingi, mulai dari bantu duduk hingga sampai tujuan. Fasilitas ini dipasang di beberapa titik tangga utama kawasan Monas, termasuk akses ke area museum dan pelataran.
Penggunaannya gratis dan mudah diakses, cukup minta bantuan petugas di loket informasi. Lift chair ini aman dengan kecepatan terkendali dan pegangan kuat, cocok untuk lansia maupun difabel fisik. Kehadirannya lengkapi fasilitas lain seperti ramp dan toilet khusus yang sudah ada sebelumnya.
Manfaat bagi Pengunjung Difabel dan Lansia: Lift Chair Mempermudah Akses Untuk Difabel di Monas
Fasilitas ini bikin pengunjung difabel bisa eksplor Monas lebih leluasa, dari museum sejarah di dasar hingga pemandangan kota dari pelataran. Sebelumnya, tangga jadi hambatan besar, tapi kini akses vertikal teratasi. Lansia juga terbantu, terutama saat kunjungan keluarga.
Banyak pengunjung yang sudah coba bilang merasa lebih mandiri dan nyaman. Ini juga dorong lebih banyak difabel kunjungi Monas, tingkatkan kesadaran inklusivitas di tempat wisata publik.
Komitmen Pengelola Kawasan Monas
Unit Pengelola Kawasan Monumen Nasional tegas dukung ruang publik inklusif. Penambahan lift chair ini bagian dari upaya berkelanjutan, setelah sebelumnya sediakan kursi roda pinjam dan jalur ramp. Petugas dilatih khusus untuk bantu pengunjung berkebutuhan khusus, termasuk pendampingan penuh saat pakai lift chair.
Ke depan, pengelola rencanakan tambah fasilitas serupa di titik lain, agar Monas benar-benar aksesibel bagi semua. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional promosi wisata ramah difabel.
Kesimpulan
Lift chair di Monas jadi bukti nyata komitmen ciptakan akses mudah bagi difabel dan lansia. Fasilitas ini bukan hanya bantu naik turun tangga, tapi juga buka pintu lebih lebar untuk semua nikmati warisan nasional. Dengan pendampingan petugas dan desain aman, pengunjung bisa rasakan pengalaman lengkap tanpa khawatir. Inisiatif ini harap jadi contoh bagi tempat wisata lain di Indonesia, agar inklusivitas jadi prioritas utama. Monas kini lebih dari sekadar monumen, tapi ruang bersama yang ramah semua orang.
