Wayan Sudirta Menggantikan TB Hasanuddin

Wayan Sudirta Menggantikan TB Hasanuddin. Wayan Sudirta resmi menggantikan TB Hasanuddin sebagai Ketua Komisi I DPR RI setelah proses pergantian yang berlangsung cepat dan tanpa drama besar di lingkaran internal fraksi. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh pimpinan DPR pada akhir Januari 2026, menandai perubahan kepemimpinan di komisi yang bertanggung jawab atas urusan pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen negara. Wayan Sudirta, politikus senior yang dikenal vokal dan berpengalaman di bidang hukum serta keamanan nasional, kini memegang tongkat estafet dari TB Hasanuddin yang telah menjabat selama dua periode penuh. Pergantian ini langsung menjadi perbincangan karena komisi I selalu menjadi sorotan dalam setiap isu strategis negara, terutama di tengah dinamika geopolitik regional yang semakin kompleks. REVIEW FILM

Latar Belakang Pergantian dan Profil Wayan Sudirta: Wayan Sudirta Menggantikan TB Hasanuddin

TB Hasanuddin memutuskan mundur dari posisi Ketua Komisi I karena alasan kesehatan dan keinginan untuk fokus pada tugas legislasi serta pengabdian di daerah pemilihannya, meskipun banyak yang melihat keputusan ini juga terkait strategi internal partai untuk menyegarkan kepemimpinan di komisi-komisi strategis menjelang akhir periode. Wayan Sudirta dipilih sebagai pengganti karena rekam jejaknya yang panjang di bidang pertahanan dan keamanan, ditambah pengalaman sebagai anggota Komisi I sejak periode sebelumnya serta kemampuannya membangun komunikasi lintas fraksi yang cukup baik. Sebagai politikus asal Bali, Wayan dikenal tegas dalam memperjuangkan kedaulatan maritim, modernisasi alutsista, serta penguatan intelijen negara tanpa kehilangan perspektif keseimbangan antara keamanan dan hak asasi manusia. Ia juga sering menjadi juru bicara fraksi dalam isu-isu sensitif seperti penanganan terorisme, konflik Papua, dan diplomasi perbatasan, sehingga pemilihannya dianggap logis dan tidak mengejutkan oleh banyak pengamat politik.

Tantangan yang Menanti Wayan Sudirta di Komisi I: Wayan Sudirta Menggantikan TB Hasanuddin

Komisi I saat ini menghadapi agenda yang sangat padat dan sensitif, mulai dari pembahasan RUU tentang intelijen negara yang sudah lama tertunda, evaluasi program modernisasi alutsista yang memerlukan anggaran besar di tengah keterbatasan fiskal, hingga pengawasan terhadap operasi keamanan di wilayah perbatasan dan daerah konflik. Wayan Sudirta harus langsung beradaptasi dengan ritme kerja yang tinggi karena komisi ini sering menjadi pintu masuk informasi strategis dari pemerintah, TNI, Polri, serta BIN. Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara mendukung kebijakan pemerintah di bidang pertahanan tanpa kehilangan fungsi pengawasan yang kritis, terutama di tengah sorotan publik terhadap transparansi anggaran pertahanan dan penanganan hak asasi manusia di wilayah tertentu. Selain itu, Wayan juga harus membangun komunikasi yang harmonis dengan pimpinan TNI-Polri serta mitra luar negeri karena Komisi I sering terlibat dalam kunjungan kerja dan pertemuan bilateral terkait kerja sama pertahanan.

Harapan dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Pergantian kepemimpinan ini mendapat respons beragam namun mayoritas positif dari kalangan politik dan pengamat. Banyak yang berharap Wayan Sudirta bisa membawa angin segar dengan pendekatan yang lebih terbuka terhadap publik, terutama dalam isu-isu yang selama ini dianggap tertutup seperti pengadaan alutsista dan operasi intelijen. Fraksi-fraksi oposisi menyambut baik karena Wayan dikenal cukup akomodatif dalam diskusi lintas fraksi, sementara fraksi pendukung pemerintah melihatnya sebagai figur yang bisa menjaga kesinambungan kebijakan tanpa kehilangan fungsi check and balance. Pemerintah sendiri menyatakan siap bekerja sama erat dengan kepemimpinan baru Komisi I untuk memastikan agenda pertahanan dan keamanan nasional berjalan lancar. Di sisi lain, masyarakat sipil berharap Wayan bisa mendorong transparansi lebih besar dalam pengawasan anggaran pertahanan serta penanganan kasus-kasus pelanggaran HAM yang masih menjadi catatan hitam nasional.

Kesimpulan

Pergantian TB Hasanuddin oleh Wayan Sudirta di Komisi I DPR RI menjadi momen penting yang menandai penyegaran kepemimpinan di salah satu komisi paling strategis di parlemen. Dengan pengalaman panjang dan gaya komunikasi yang lugas, Wayan Sudirta punya modal kuat untuk memimpin pembahasan isu-isu krusial seperti pertahanan, intelijen, dan diplomasi keamanan di tengah tantangan geopolitik yang semakin kompleks. Meski tantangan besar menanti, terutama menjaga keseimbangan antara dukungan kebijakan pemerintah dan fungsi pengawasan yang tajam, harapan besar tertuju pada kepemimpinannya untuk membawa Komisi I lebih terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan keamanan nasional serta aspirasi masyarakat. Ke depan, kinerja Wayan Sudirta akan menjadi tolok ukur apakah pergantian ini benar-benar membawa angin segar atau hanya sekadar estafet biasa di tengah dinamika politik nasional.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…