Lampu Lalin di Cengkareng Alami Gangguan Karena Hujan
Lampu Lalin di Cengkareng Alami Gangguan Karena Hujan. Hujan lebat yang berlangsung hampir 18 jam sejak Selasa malam memicu genangan air di banyak titik di Cengkareng. Air setinggi 30–70 cm menggenangi badan jalan dan area trotoar, termasuk di sekitar tiang lampu lalu lintas. Gangguan mulai terdeteksi sekitar pukul 22.00 WIB, ketika lampu di persimpangan Jalan Daan Mogot–Jalan Perjuangan mati total, diikuti beberapa titik lain seperti simpang Jalan Budi Luhur dan kawasan Cengkareng Timur. Petugas dari dinas perhubungan dan PLN langsung turun ke lokasi sejak dini hari, tapi proses perbaikan terhambat karena genangan masih tinggi dan hujan belum sepenuhnya reda. Kemacetan yang terjadi tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tapi juga memperburuk banjir di kawasan sekitar karena kendaraan sulit bergerak. BERITA TERKINI
Penyebab Gangguan dan Kondisi di Lapangan: Lampu Lalin di Cengkareng Alami Gangguan Karena Hujan
Gangguan lampu lalu lintas terutama disebabkan oleh air hujan yang masuk ke panel kontrol listrik di tiang. Beberapa tiang lampu di Cengkareng sudah cukup tua dan segelnya tidak lagi rapat, sehingga air merembes masuk dan menyebabkan korsleting pada sistem pengatur waktu. Di lokasi lain, genangan air mencapai tiang hingga menutupi bagian bawah panel, memaksa petugas memutus aliran listrik sementara untuk menghindari risiko kebakaran atau sengatan. Petugas lapangan melaporkan bahwa genangan di sekitar tiang lampu sering kali lebih dalam karena saluran drainase di trotoar tersumbat sampah dan sedimen. Hujan dengan curah lebih dari 180 mm dalam 24 jam mempercepat proses ini, membuat beberapa lampu hanya berkedip kuning atau mati sama sekali. Di persimpangan utama seperti simpang Daan Mogot–Jalan Perjuangan, tidak adanya lampu berfungsi membuat pengendara harus mengatur lalu lintas sendiri, yang justru menambah kemacetan dan risiko kecelakaan kecil.
Dampak Kemacetan dan Aktivitas Masyarakat: Lampu Lalin di Cengkareng Alami Gangguan Karena Hujan
Kemacetan akibat lampu mati menyebar hingga ke Jalan Kyai Tapa, Slipi, dan sebagian Grogol. Ribuan kendaraan terjebak selama pagi hingga siang hari, membuat banyak pekerja terlambat sampai kantor dan anak sekolah sulit mencapai tempat tujuan. Beberapa pengendara motor terpaksa memutar balik atau mencari jalan alternatif melalui kampung, tapi jalur itu pun banyak yang tergenang. Di kawasan sekitar Bandara Soekarno-Hatta, akses jalan utama sempat terganggu karena antrean panjang dari arah Cengkareng, memengaruhi mobilitas penumpang dan logistik. Pedagang kaki lima di trotoar juga kesulitan berjualan karena genangan dan minimnya pembeli yang lewat. Warga sekitar melaporkan bahwa tanpa lampu lalu lintas, banyak pengendara nekat menerobos persimpangan, menyebabkan beberapa kecelakaan ringan seperti gesekan kendaraan dan jatuhnya pengendara motor. Petugas Satlantas harus dikerahkan ke titik-titik krusial untuk mengatur lalu lintas secara manual, tapi jumlah personel terbatas dibandingkan luasnya area yang terdampak.
Upaya Penanganan dan Langkah Pencegahan
Petugas dari dinas perhubungan, PLN, dan relawan gabungan mulai bekerja sejak Rabu malam. Panel kontrol yang korslet langsung dimatikan untuk menghindari risiko lebih lanjut, sementara tim teknisi mengeringkan komponen listrik menggunakan blower dan memeriksa kabel yang terendam. Beberapa lampu sudah kembali menyala pada Kamis siang setelah genangan surut sebagian dan perbaikan darurat selesai. Namun, di titik-titik yang masih tergenang dalam, perbaikan penuh baru bisa dilakukan setelah air benar-benar surut. Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan pembersihan saluran drainase secara intensif di kawasan Cengkareng, termasuk pemasangan grill filter sampah di inlet-inlet kritis. Masyarakat diimbau lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya dan tidak menutup saluran untuk kepentingan pribadi. Prakiraan cuaca menunjukkan hujan akan berkurang mulai Jumat, memberi harapan lalu lintas kembali normal dalam waktu dekat. Petugas juga memasang rambu peringatan sementara dan lampu darurat di persimpangan yang masih bermasalah.
Kesimpulan
Gangguan lampu lalu lintas di Cengkareng akibat hujan deras menambah beban kemacetan dan risiko keselamatan di tengah banjir yang melanda Jakarta Barat. Korsleting panel kontrol dan genangan air menjadi penyebab utama, memperburuk situasi di kawasan yang sudah rawan. Meski perbaikan darurat sudah dilakukan, pemulihan penuh butuh waktu hingga genangan surut dan saluran dibersihkan. Kejadian ini mengingatkan pentingnya perawatan rutin infrastruktur lalu lintas dan drainase agar tidak mudah terganggu saat musim hujan. Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Semoga lampu segera kembali normal dan lalu lintas pulih tanpa insiden lebih lanjut.
