Banjir Jakarta Bikin Kereta Tidak Bisa Melintas

Banjir Jakarta Bikin Kereta Tidak Bisa Melintas. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak malam tadi langsung melumpuhkan jalur kereta api di beberapa segmen utama. Genangan air yang mencapai ketinggian lebih dari satu meter membuat rel terendam di kawasan Manggarai, Jatinegara, dan sebagian lintas Tanah Abang–Kampung Bandan. Akibatnya, perjalanan kereta komuter dan kereta jarak jauh terhenti total sejak pagi. Ribuan penumpang terlantar di stasiun, sementara jadwal perjalanan harian langsung kacau balau. Banjir kali ini bukan hanya mengganggu jalan raya, tapi juga menjadi pukulan berat bagi transportasi massal yang selama ini jadi andalan warga ibu kota. BERITA TERKINI

Penyebab Banjir di Jalur Rel dan Dampak Langsung: Banjir Jakarta Bikin Kereta Tidak Bisa Melintas

Curah hujan yang ekstrem, mencapai lebih dari 150 mm dalam enam jam, menjadi pemicu utama. Sistem drainase di sekitar rel, terutama di kawasan Manggarai yang berada di cekungan, tidak mampu menampung debit air yang sangat besar. Saluran pembuangan utama tersumbat oleh sampah, lumpur, dan sedimen yang terbawa dari hulu. Beberapa titik rel juga mengalami penurunan tanah akibat beban lalu lintas kereta yang berat dan kurangnya pemeliharaan drainase secara rutin.

Genangan air langsung merendam rel, ballast, dan sistem persinyalan listrik di beberapa lokasi. Air yang masuk ke ruang kabel dan panel kontrol membuat sistem persinyalan mati, sehingga petugas tidak bisa lagi mengatur pergerakan kereta dengan aman. Akibatnya, semua rangkaian kereta dihentikan di stasiun terdekat, sementara kereta yang sedang melaju terpaksa berhenti mendadak di tengah jalur. Dampak langsung terasa pada ribuan penumpang yang terjebak di stasiun tanpa informasi jelas selama berjam-jam.

Gangguan Layanan dan Dampak bagi Penumpang: Banjir Jakarta Bikin Kereta Tidak Bisa Melintas

Operasional kereta komuter lumpuh di hampir seluruh lintas Jabodetabek. Ratusan perjalanan dibatalkan atau ditunda tanpa batas waktu, membuat penumpang harian ke kantor, sekolah, dan rumah sakit kesulitan mencari alternatif. Banyak yang terpaksa beralih ke bus atau ojek online, tapi jalan raya juga macet parah karena banjir serentak di berbagai titik. Penumpang kereta jarak jauh dari luar kota terpaksa menunggu di stasiun Gambir dan Pasar Senen dengan kondisi yang semakin tidak nyaman.

Situasi ini memperburuk akses transportasi massal yang selama ini jadi solusi mengurangi kemacetan. Ribuan orang terpaksa pulang lebih lambat atau bahkan menginap di stasiun karena tidak ada transportasi pengganti yang memadai. Beberapa penumpang mengeluhkan minimnya informasi dari petugas, sementara stasiun mulai kelebihan kapasitas karena orang-orang terus berdatangan tanpa tahu jadwal sudah berhenti.

Penanganan Darurat dan Langkah yang Diperlukan

Petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air, PT Kereta Api Indonesia, dan BPBD langsung bekerja sejak pagi. Pompa air besar dikerahkan untuk menyedot genangan di area rel, sementara tim teknis memeriksa sistem persinyalan dan ballast yang terendam. Hingga sore hari, genangan di beberapa titik sudah surut, tapi petugas masih melakukan pemeriksaan keselamatan sebelum mengizinkan kereta kembali beroperasi.

Warga dan pengguna kereta berharap pemerintah kota segera memperbaiki sistem drainase di sepanjang jalur rel, membersihkan saluran secara rutin, dan membangun kolam retensi tambahan di kawasan rawan. Ada juga usulan agar rel ditinggikan di titik-titik kritis serta peningkatan kapasitas pompa permanen. Pengawasan ketat terhadap pembuangan sampah di sekitar rel juga dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terulang setiap musim hujan.

Kesimpulan

Banjir yang melumpuhkan jalur kereta di Jakarta kali ini menjadi pengingat bahwa transportasi massal tetap rentan terhadap cuaca ekstrem. Kerugian waktu, ekonomi, dan kenyamanan penumpang sangat besar ketika rel terendam. Meski penanganan darurat sudah dilakukan, solusi jangka panjang harus segera direalisasikan agar jalur kereta tidak terus menjadi korban banjir. Pemerintah perlu bergerak lebih cepat dalam perbaikan drainase, pembersihan saluran, dan perencanaan infrastruktur yang tahan bencana. Tanpa langkah nyata, setiap hujan deras akan kembali membuat kereta berhenti, dan warga Jakarta akan terus menjadi korban ketidaksiapan sistem transportasi.

BACA SELENGKAPNYA DI…