Komentar Sule Mengenai Resbob Yang Hina Suku Sunda
Komentar Sule Mengenai Resbob Yang Hina Suku Sunda. Komedian senior Sule angkat bicara terkait kontroversi YouTuber Resbob yang diduga menghina suku Sunda melalui pernyataan kasar dalam sebuah video viral. Pada pertengahan Desember 2025, Sule menyampaikan respons tegas melalui unggahan di media sosial, menyoroti bahwa ucapan Resbob tidak hanya menyakitkan tapi juga mencerminkan rendahnya martabat pelaku. Kasus ini memicu gelombang kemarahan dari masyarakat Sunda dan figur publik lainnya, dengan Sule menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk rasisme yang tak bisa ditoleransi. Meski marah, Sule tetap tutup komentarnya dengan doa agar Resbob selamat dunia akhirat. BERITA BOLA
Pernyataan Resbob yang Picu Kontroversi: Komentar Sule Mengenai Resbob Yang Hina Suku Sunda
Video Resbob yang terekam saat siaran langsung menunjukkan ia melontarkan kata-kata kasar terhadap suporter Viking Persib Bandung, yang kemudian diperluas hingga menghina seluruh suku Sunda. Ia disebut-sebut mengatakan bahwa semua orang Sunda seperti binatang, dengan umpatan yang langsung viral di berbagai platform. Banyak yang menilai ini bukan sekadar candaan, melainkan ujaran kebencian berbasis etnis yang melukai perasaan jutaan orang. Resbob sendiri kemudian mengunggah klarifikasi, mengaku ucapannya keluar saat tidak sadar penuh, mungkin karena pengaruh alkohol, dan meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Sunda. Namun, permintaan maaf itu tak sepenuhnya redam kemarahan publik.
Respons Keras dari Sule: Komentar Sule Mengenai Resbob Yang Hina Suku Sunda
Sule, sebagai figur publik berdarah Sunda, tak tinggal diam melihat video tersebut. Ia bagikan cuplikan Resbob dan beri komentar pedas, menduga pelaku sedang dalam kondisi mabuk atau tidak beretika. Sule tekankan bahwa meski binatang seperti anjing punya liur najis, mereka masih setia dan beretika, tapi ucapan Resbob justru lebih rendah dari itu. “Mulut Anda lebih najis daripada anjing,” katanya, sambil ingatkan bahwa menghina suku hanya rendahkan diri sendiri di mata manusia. Sule tutup dengan peringatan hati-hati dan doa selamat dunia akhirat. Unggahan ini langsung banjir dukungan dari rekan artis Sunda dan netizen, yang setuju tindakan Resbob sudah kelewat batas.
Dampak Luas dan Reaksi Publik
Kontroversi ini tak hanya berhenti di Sule, tapi juga picu reaksi dari tokoh lain seperti aktor dan komunitas suporter. Banyak yang tuntut tanggung jawab lebih, termasuk proses hukum atas dugaan ujaran SARA. Kasus Resbob jadi pengingat betapa sensitifnya isu etnis di Indonesia, di mana satu ucapan bisa picu gelombang protes besar. Di sisi lain, klarifikasi Resbob yang akui kesalahan dan janji hindari alkohol beri sedikit ruang rekonsiliasi, meski sebagian publik tetap kecewa. Polemik ini tunjukkan peran media sosial dalam amplifikasi isu, sekaligus dorong kesadaran akan batas berbicara di ruang publik.
Kesimpulan
Komentar Sule atas hinaan Resbob terhadap suku Sunda jadi sorotan utama di tengah viralnya kasus ini. Respons tegas tapi tetap berdoa tunjukkan kematangan Sule sebagai figur publik, sambil bela martabat sukunya. Kontroversi ini ingatkan pentingnya etika berbicara, terutama di era digital di mana kata-kata mudah menyebar. Meski Resbob sudah minta maaf, dampaknya tetap jadi pelajaran bagi semua pihak untuk hormati keragaman etnis. Ke depan, harapannya kasus serupa tak terulang, agar harmoni antarsuku tetap terjaga di masyarakat yang majemuk ini. Sule sekali lagi buktikan suaranya berpengaruh dalam isu sosial.
