IHSG Rebound 2,52% ke 8.122 pada 3 Feb

IHSG Rebound 2,52% ke 8.122 pada 3 Feb. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound kuat pada perdagangan 3 Februari 2026, ditutup menguat 2,52% atau naik 199,85 poin ke level 8.122,21. Penguatan ini menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam dua bulan terakhir dan langsung membalikkan sentimen negatif yang sempat membuat IHSG sempat menyentuh level terendah 7.922 pada hari sebelumnya. Volume transaksi hari ini mencapai Rp 17,6 triliun dengan investor asing kembali masuk net buy Rp 1,4 triliun—terbesar dalam seminggu terakhir. Rebound ini didorong oleh kombinasi stabilisasi nilai tukar rupiah, penurunan yield obligasi pemerintah, dan aksi beli teknikal setelah IHSG masuk zona oversold. INFO CASINO

Faktor Pendorong Rebound: IHSG Rebound 2,52% ke 8.122 pada 3 Feb

Beberapa katalis utama memicu penguatan signifikan hari ini. Pertama, nilai tukar rupiah menguat 0,6% ke Rp 16.180 per dolar AS setelah sempat menyentuh Rp 16.580 pada perdagangan pagi kemarin. Penguatan ini memberikan napas bagi saham-saham eksportir dan sektor perbankan yang sensitif terhadap kurs. Kedua, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun ke 6,78% setelah sempat menyentuh 6,92% pada akhir Januari, membuat obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan saham dan mendorong aliran dana kembali ke pasar ekuitas.
Ketiga, sentimen positif dari paket kebijakan ekonomi yang diumumkan akhir Januari mulai tercermin di pasar. Insentif pajak untuk sektor hilirisasi dan penurunan BI-Rate 25 bps memberikan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi domestik masih bisa terjaga meski ada tekanan global. Saham-saham sektor perbankan menjadi lokomotif rebound: BBCA naik 3,8%, BMRI 4,1%, BBRI 3,9%, dan BBNI 4,2%. Sektor konsumer dan komoditas juga ikut menguat, sementara sektor teknologi dan properti masih sideways.

Performa Sektor dan Saham Unggulan: IHSG Rebound 2,52% ke 8.122 pada 3 Feb

Sektor keuangan menjadi penggerak utama hari ini dengan kenaikan rata-rata 3,6%, diikuti sektor konsumer non-primer (3,1%) dan sektor komoditas (2,8%). Saham-saham big cap yang paling banyak dibeli investor asing hari ini:
BBCA +3,8%
BMRI +4,1%
TLKM +2,9%
ASII +3,2%
ADRO +4,7%
Saham-saham small cap dan mid cap juga ikut rebound, meski volumenya lebih kecil dibandingkan saham blue chip. IHSG berhasil menembus resistance psikologis 8.000 dan menutup di atas level tersebut, menandakan potensi penguatan lanjutan jika tidak ada kejutan negatif dari data ekonomi AS atau nilai tukar rupiah.

Prospek Jangka Pendek dan Saran Investor

Analis pasar memperkirakan IHSG masih punya potensi menguji resistance 8.200–8.300 dalam 1–2 minggu ke depan selama tidak ada kejutan negatif dari data inflasi AS atau penguatan dolar yang signifikan. Support kuat berada di zona 7.900–8.000; selama level tersebut bertahan, outlook jangka pendek tetap positif.
Investor ritel disarankan:
Manfaatkan rebound ini untuk akumulasi bertahap pada saham fundamental kuat yang sempat terdiskon di akhir Januari.
Hindari spekulasi short-term di saham small cap yang masih volatil.
Pantau data inflasi AS minggu depan dan perkembangan nilai tukar rupiah sebagai katalis berikutnya.

Kesimpulan

Rebound IHSG 2,52% ke level 8.122 pada 3 Februari 2026 menjadi respons pasar yang cepat dan positif terhadap stabilisasi rupiah serta kebijakan ekonomi pemerintah yang mulai terlihat efeknya. Penguatan sektor perbankan dan konsumer menjadi lokomotif utama, sementara net buy asing kembali muncul setelah sempat net sell di Januari. Meski masih ada risiko eksternal, momentum ini menunjukkan bahwa fundamental domestik masih cukup kuat untuk menarik aliran dana kembali. Bagi investor jangka panjang, ini bisa menjadi titik masuk yang menarik setelah koreksi Januari. Pasar saham Indonesia kembali bergerak naik—semoga momentum ini bertahan dan membawa IHSG ke level yang lebih tinggi di paruh pertama 2026. Tetap bijak dalam mengambil posisi!

BACA SELENGKAPNYA DI…